Review I Love You; I Just Can't Tell You by Alvi Syahrin


.




Judul: Ilove You; I Just Can’t Tell You
Penulis: Alvi Syahrin
Editor: Widyawati Oktavia & Yulliya
Desainer dan illustrator sampul: Levina Lesmana
Ilustrator isi: Ida Bagus Gede Wiraga (@ibgwiraga)
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 979-780-805-X
Jumlah halaman: xiv + 326 hlm


Ini kisah cinta pertama.
Cinta yang polos dan meragu, menjebakmu dalam momen katakan-tidak-katakan-tidak, membuatmu percaya,
"Apakah rasa ini akan sepadan dengan hasilnya?"
[Daisy]
Aku telah jatuh cinta. Untuk kali pertama.
Cinta yang membuat harapku terbang ke angkasa.
Namun....
Akankah dia menyadari hadirku kala aku sendiri ingin bersembunyi,
dari tubuh remaja tujuh belas tahun yang tak tumbuh sebagaimana remaja lainnya?
[Alan]
Tidak semua laki-laki sama, yakinku.
Tetapi.... Mengapa....
Semakin aku mencoba, semakin jalan terasa berselisih?
[Ve]
Aku sudah tahu betapa cinta hanya menyisakan luka.
Luka dan rahasia.
Rahasia yang bahkan kepada sang penulis kusampaikan,
"Tolong jangan beri tahu Alan dan Daisy. Juga pembacamu."
***
Ini kisah cinta pertama...
Yang membuat hati kecilmu selalu bertanya,
"Apakah cerita ini bisa membawa bahagia?"
***

Curhat: Selera Membaca Part 2


.



Assalamu ‘alaikum wr.wb

Post ini kelanjutan dari post sebelumnya.
WARNING! Isi post ini hanya curhatan saya, mengandung opini, sarcasm dan frontal. Bagi yang terindikasi bakal tersinggung silahkan tinggalkan blog ini.

Yap yap, setelah yang saya jelaskan di post sebelumnya saya mau cerita lagi kalau saat ini saya lagi suka historical romance. Ini gara-gara saya baca Helenina di Wattpad. Sumpah itu cerita keren banget! Authornya suka dipanggil Kak Lov atau Kak Lop. Beliau keren banget! Ceritanya keren-keren dan buat saya membuka pemikiran. Beliau gasuka chiklit dan saya hamper nggak suka juga gara-gara pemikirannya yang buat saya bergumam ‘oiyaya….’ Tapi saya masih suka baca chiklit kok, walaupun jarang.

Curhat: Selera Membaca Part 1


.

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Moshi-moshi! Nggak kerasa udah tahun 2016 lagi ya. Dan blog saya masih begini-begini aja… malah tambah berantakan dengan sarang laba-laba dimana-mana huhu. Jujur, pingin banget rutin update blog ini. Mau ada yang baca atau nggak yang penting saya tetep post sesuatu. Tapi ternyata kehidupan dunia lebih menyita waktu, jadi hanya sedikit waktu untuk berselancar di dunia maya *elah
Post pertama di tahun 2016 ini saya mau curhat mengenai selera membaca saya yang akhir-akhir ini berubah-ubah. Pernah nggak pembaca mengalami hal ini? Atau saya aja? :/

Sebelumnya saya mau kasih tau
WARNING! Isi post ini hanya curhatan saya, mengandung opini, sarcasm dan frontal. Bagi yang terindikasi bakal tersinggung silahkan tinggalkan blog ini.

Oke, saya kira seiring berjalannya waktu dan bertambanya umur selera membaca ikut berkembang. Misalnya, jaman SMP si A suka baca buku romance mellow terus masuk SMA dia beralih ke romance chiklit. Iya nggak sih? :/ karena saya begitu…

Read & Review


.

Assalamu'alaikum wr.wb.
Halo! Jumpa lagi dengan saya di post ini hehehe. Title post saya adalah 'Read & Review', kira-kira bakal bahas apa di post kali ini? Hehe boleh langsung dibaca :)
Sebelumnya, temen-temen yang  hobi baca pasti tau Goodreads. Goodread adalah situs web/aplikasi untuk membuat list buku apa saja yang sudah kita baca, sedang dibaca dan ingin kita baca. Selain itu, goodreads ini juga untuk memberi rate pada buku yang kita baca dan mereviewnya.

Beberapa waktu lalu, saya membuka akun goodreads untuk update buku yang saya baca, dan mencari sinopsis buku yang membuat saya penasaran hehehe, lalu saya baca review review goodreaders lain yang sudah baca buku tersebut dan ada salah satu review yang mengusik saya (padahal saya bukan authornya wkwkwk). Singkat cerita goodreaders ini kecewa dengan novel yang dia baca, isi dari buku itu  jauh dari ekspetasinya. Alhasil reviewnya berisikan kritik yang 'to-the-point' kalau dia sangat amat kecewa, mungkin authornya kurang terima atau lagi badmood lalu review tersebut di komen sama authornya *jengjeng* temen-temen pasti tau ujungnya apa.... Dan hal itu diperparah dengan komen dari readers lain. Hadheuh -,-"

Terus apa maksud kamu bikin post ini? Jadi begini temen-temen, maksud saya adalah saat kita mengkritik kita juga harus pandai dalam memilah kata. Memang, saat buku itu sudah beredar di pasaran sang author harus siap menerima segala kritik dan komentar dari tiap pembaca dengan komentar yang berbeda-beda. Tapi, ada baiknya kita mengkritik dengan kata yang lebih 'halus' dan tidak membuat orang tersinggung sekalipun kita sudah kecewa. Saya juga pernah mengalami hal ini, membaca buku dengan tema yang ternyata saya tidak sukai dan jauuhh dari ekspetasi. Tapi saya sadar bahwa itu hak penulis untuk menyampaikan apa yang ia ingin tulis karena penulis tersebut pasti sudah tau 'resikonya'. Dan juga saya disadarkan bahwa sesuatu itu pasi ada hikmahnya. Saya mungkin kecewa, tapi di dalam buku yang tebal itu pasti ada amanat lain yang terkandung. Jangan sampai kita kecewa sehingga membuat kita menutup mata dengan tidak melihat kelebihan lain yang ternyata ada.

Pendapat orang kan beda-beda. Suka-suka dong mau ngasih kritik kaya gimana. Betul, tapi coba deh kalau kita diposisi sang penulis. Pasti nggak enak digituin.
Ini juga bukan sepenuhnya salah pembaca, seperti yang sudah saya sampaikan diatas bahwa penulis juga harus siap dengan segala resiko yang akan dia dapat sehingga mungkin penulis harus bisa meladeni pembaca yang kritis dengan lebih bijak sehingga antara penulis dan pembaca tidak menimbulkan keributan yang merugikan bagi dua belah pihak iu sendiri :(

Sehabis saya kirim postingan ini mungkin saya bakal dihajar habis-habisan, atau bukan mungkin lagi, tapi emang bener-bener dihajar *ampun*. Saya tidak bermaksud menyalahkan pembaca atau penulis, saya hanya prihatin melihat pembaca dengan penulis malah 'ribut'. Sedih melihatnya :(
Saya hanya teringat kata guru Bahasa Indonesia saya, 'boleh saja kita mengkritik, tetapi lebih baik memberi kritik yang membangun supaya orang yang bersangkutan bisa tau letak kesalahannya ada dimana, kekurangannya ada dimana. Begitu.' Hehehe love you bu :*

Saya tidak berm

It's been 3 years.


.

Halo! Terakhir saya update blog adalah 3 tahun yang lalu, lama ya....
Dari asalnya saya kelas 3 SMP sekarang saya sudah kelas 3 SMA, waktu berjalan dengan cepat ya :)

Dan pas saya buka blog ini dan liat isinya....................................................OH NO! MALU BANGET WKKWWKWK
postingan di blog ini apa banget ya ampun X'D
Jadi, saya berniat merombak blog ini tapi entah kapan. Maklum, sudah kelas 3 :') kenapa diromabak? Soalnya....ah absurd kalau dijelasin hehe, kenapa ga dari dulu? Karena jujur......saya males hehe. Merombak dari awal butuh kuota yang banyak (alasan aja) wkwkwk.

Oh ya, isi blog ini juga bakal berubah. Bisa jadi isinya curahan hati saya hahaha atau bisa jadi isinya tetep random kaya gini.
Btw, saya lagi seneng review buku. Mungkin siapa tau saya post review salah satu buku yang saya baca :)
(Baru PO buku winna yang baru soalnya wkwkwk)

See you!

Lirik Team A5 - Squall no ai da ni


.


Konnichiwa minna-san~ wah akhirnyna JKT48 sudah ngebentuk Team J ya dan Kinal sebagai kaptennya J hmm dan mereka ganti setlist dari ‘Pajama Drive’ jadi ‘Renai Kinshi Jourei’. Tapi saya mau nge-post yang jepangnya pastinya. Saya mau nge-post lagu kesukaan saya di setlist A5 yaitu ‘Squall no aid a ni’ hehe ini dia….

AKB48 - Gingham Check


.


Konbanwa! Wah saya jarang nge-post nih ya, maafkan soalnya ga sempet nge-post dan juga bingung mau nge post apa hehe. Hmmm sekarang saya mau ngge-post lirik single AKB yang ke 27. Yaps! Gingham Check! Di single ini yang jadi center bukan Atsuko Maeda-san karena dia sudah graduate, hiks :'( jadi, centernya diganti oleh Yuko Oshima-san :D walaupun masih merasa aneh tapi lama-lama juga biasa :) oke, dari pada kelamaan ini diaa...

AKB48 – Gingham Check

konna no kimi wo suki te iru no ni
boku wa gomakashiteru
jitensha wo oshite aruku
kimi ga mujaki ni warau

kaigandoori
baito saki made
jirasu ne taiyou

GINGAMU CHECK
kimi ga kiteru
hansode shatsu
manisshu da ne
itoshikute setsunakute
kokoro wa koushigara da yo
GINGAMU CHECK
koi no moyou
BURUU HOWAITO BURUU
docchi darou?
kimochi wo tsutaeru ka
boku no mayoi wa
GINGAMU CHECK

me no mae no umi
aoi isshoku de
subete katatteru yo
shinpuru na kotoba hitotsu
boku wa kuchi ni dekinai yo

okubyou dakara
ima no kankei mo
shiawasette koto sa

GINGAMU CHECK
natsu ga sugite
KAADIGAN wa
itsukara kiru
kono michi wo doko made mo
arukeru wake janai kedo
GINGAMU CHECK
koi no kigen
YES NO YES
suruu demo ii
daiji na kimi dakara
tsugi no natsu made
GINGAMU CHECK

umi ga kirakira to hansha shiteru
boku no madara na omoi wa
hikari no kage

GINGAMU CHECK
kimi ga kiteru
hansode shatsu
manisshu da ne
itoshikute setsunakute
kokoro wa koushigara da yo
GINGAMU CHECK
koi no moyou
BURUU HOWAITO BURUU
docchi darou?
kimochi wo tsutaeru ka
boku no mayoi wa
GINGAMU CHECK

Momiji-ku


.

Hey lagi~ sebelum saya bakal jarang nge-post saya mau nge-post cerpen pertama saya yang gajelas ini --“ sebenernya pingin dipanjangin tapi gacukup untuk 4 lembar kertas jadi dipersingkat jadi segini ._. yang jago di bidang sastra boleh kritikannya~ oke ini cerpen saya……

Momiji-ku


Musim Dingin akan segera berganti dengan Musim Semi. Rasanya cepat sekali musim semi datang yang artinya aku akan segera lulus dari SMP.  Sambil melihat ke arah luar jendela kelas aku merenung, hidupku biasa-biasa saja. Bermain dengan teman, dimarahi guru, bolos dari kelas tidak ada yang menarik. Tetapi itu berubah ketika aku pindah ke sini. Ada seseorang yang menarik perhatianku. Aku pun melihat sosok itu di depan mejaku, sedang duduk sambil menuliskan tugas yang guru berikan. Hmmm dia. Aku juga bingung kenapa aku jadi sering memperhatikan dia?  Mika Hayasaka. Dia Ketua Kelas yang sangat cerewet dan suka mengatur, benar-benar menyebalkan.

Tapi mengingat kejadian bersamanya membuatku tersenyum. Aku jadi ingat saat pertama aku pindah ke sekolah ini. Aku bosan dengan sesuatu yang berbau formal sehingga aku mencat rambutku menjadi warna coklat kepirangan. Akibatnya, sebagai siswa baru aku langsung masuk ruang guru.
“Bukankah kamu baru pindah kesini mmmm Rito Souma?” ucap seorang guru.
“Hmmm ya” balasku dengan malas.
“Kamu ini! Kamu tau peraturan di sekolah ini siswa dan siswi dilarang mencat rambut. Kamu rambut dicat tambah ditindik lagi, banyak peraturan yang kamu langgar dan itu akan......bla.....bla...bla......bla”

Guru itu masih mengomel, aku bosan mendengarnya. Aku hanya memalingkan muka ke arah jendela. Tiba-tiba orang itu masuk dan membuat guru ini berhenti berbicara dan membuat pandanganku terarah kepadanya.
“Permisi. Saya mau menyerahkan tugas yang Bapak berikan minggu lalu.”
“Ya letakan saja disini, oh! Hayasaka-san, bukankah dia teman sekelasmu? Beritau dia supaya menghilangkan tindikannya dan mencat kembali rambutnya menjadi warna hitam. Akan lebih enak jika ditegur teman sendiri.”
Huh! Sial sekali aku hari ini, diomeli guru ditambah diomeli lagi oleh dia. Aku pun memalingkan muka. Tetapi di malah.....
“Hmmm malah baguskan, dengan rambut dan tindikannya dia jadi lebih mudah untuk dicari.”
Aku sendiri tercengang dengan jawabannya. Jangankan aku, guru yang mengomeliku pun terbengong-bengong mendengarnya.
“Ekhm Hayasaka-san, itu bukannya kamu mendukung dia?”
“Eh? Lho?” dengan raut muka bingung dia menjawab begitu. Dari kejadian itu aku berpikir, dia cukup menarik, berbeda dengan orang lain yang akan merespon negatif saat melihat penampilanku. Dia berbeda.

Bukan hanya itu, saat aku sudah beradaptasi dengan kelasku seperti biasa kelakuan anak laki-laki, aku sering membolos di jam pelajaran dan bolos piket kelas. Toh nilaiku tidak memburuk. Yah aku tergolong jenius tapi rasanya malas sekali aku berada di ruang kelas. Aku lebih suka disini, di atap sekolah. Di sini aku bisa memandang langit biru, angin yang sedikit kencang tapi menyejukan, rasanya nyaman untuk tidur disini. Saat aku mencoba tuk terlelap......
“Hey Rito! Kamu mencoba membolos lagi ya! Ayo cepat kembali ke kelas!” sambil menarik-narik rompiku dia berkata seperti itu.
“Hey lepaskan! Aku tidak mau!”
“Ayo cepat nanti aku dimarahi Pak Guru karena terlalu lama membujukmu!”
“Kalau begitu kembali lagi saja ke kelas, aku akan tetap disini!”
“Kamu ini ngotot sekali! Pokoknya ayo turun!” ujarnya sambil menarik-narik lengan bajuku.
“Hentikan! Nanti seragamku robek! Hey!” tetapi dia tidak peduli apa yang kukatakan. Dia tetap menarik lengan bajuku sehingga aku pun terpaksa diseretnya ke kelas. Sepanjang jalan menuju ke kelas aku tak henti-hentinya menyuruhnya untuk melepaskan genggamannya.
“Hey Hayasaka! Lepaskan!” tetapi dia tetap tidak peduli. Aku pun mencoba sekali lagi dengan setengah berteriak.
“Mika lepaskan!” dan berhasil! Beberapa koridor mendekati pintu kelas dia berhenti dan melepaskan genggamannya di lengan bajuku. Di berbalik ke arahku dengan wajah memerah.
“Kenapa kau memanggilku dengan nama kecilku?!” terlihat dia sedikit marah disana.
“Memangnya kenapa? Kau juga memanggilku dengan nama kecilku.” Ucapku dengan cuek.
“Kau ini ya! Eh, lho...........” Dari raut muka malu sekarang raut mukanya seperti menahan tawa. Benar-benar perempuan aneh.
“Ada apa? Kau senang dipanggil Mika oleh ku?” ujarku dengan setengah heran dan setengah menjahilinya.
“Ha-ha, enak saja, itu hmmmpp dirambutmu…..” dia tidak jadi tertawa tapi tersenyum sambil mengarahkan tangannya ke rambutku. Saat aku melihat senyuman itu rasanya ada sesuatu yang terjadi padaku. Aku merasa senyumannya manis sekali. Tiba-tiba aku menjadi kikuk di depannya.
“Itu di rambutmu.” Katanya sambil menjulurkan tangannya ke rambutku tetap dengan senyumannya. Mataku tak lepas dari senyumannya. Sungguh manis sekali. Aku dapat merasakan jantungku berdegup lebih cepat, tetapi aku cepat-cepat menepis perasaan itu. “Ada momiji di rambutmu, wah warnanya juga sama dengan rambutmu. Lihat!” dia menujukan daun kering berwanarna coklat muda yang warnanya memang sama dengan rambutku sambil tersenyum. Tanpa sadar aku pun tersenyum lebar sambil mengambil momiji yang dia tunjukan.
“Ini akan menjadi suatu yang berharga. Akan kusimpan ini.” ucapku tetap sambil tersenyum. Ku lihat dia sedikit kaget dengan reaksi ku.
“Baru pertama kali aku melihatmu tersenyum. Seharusnya kau lebih banyak tersenyum, Rito.” ucapnya tersenyum sambil menundukan kepala. Aku kaget dia berkata begitu. Jantungku jadi tambah berdegup kencang. Akhirnya kami pun terdiam cukup lama.
“Sudah! Ayo cepat kembali ke kelas!” ucapnya kembali. Aku pun berjalan di belakangnya.
Di lorong kelas, apakah aku mulai menyukainya?

Sejak peristiwa itu, aku sering mengamatinya. Menurutku dia tidak terlalu cantik, biasa-biasa saja. Tetapi entah kenapa saat dia dekat dengan laki-laki lain jantungku seolah berhenti berdetak. Rasanya sakit sekali. Ternyata aku memang menyukainya. Tidak perlu alasan mengapa aku menyukainya.

Tanggal di kalender terasa sangat cepat. Tidak terasa musim semi telah datang. Kelulusanpun sudah di depan mata. Kamu yang menjadi Ketua Kelas terlihat sangat sibuk. Sehingga aku jarang melihatmu duduk sambil membaca buku di depanku. Rasa sakit itu tiba-tiba muncul kembali…….

Akhirnya, upacara kelulusan tiba. Lagu kelulusan dan ucapan selamat terngiang seiring dengan kelopak bunga sakura yang bertebaran. Anak-anak kelasku sedang berkumpul untuk menuliskan pesan di buku kelulusan. Rasanya sedikit pegal menuliskan pesan berulang kali, tapi aku menikmatinya. Aku pun tersadar, Mika belum kuberi pesan dan aku bertekad akan menyatakan sesuatu padanya.
“Mau kutuliskan pesan?” ucapku kepadanya. Kulihat dia sedikit kaget dan terdiam.
“Hey mau tidak? Nanti menyesal lho tidak dapat pesan dariku.” setengah menggoda aku berkata seperti itu.
“Tunggu 100 tahun dulu baru aku menyesal, ini cepat.” dengan muka sedikit kesal akhirnya kami bertukar buku kelulusan. Akupun memberanikan diri menuliskan pernyataan itu di bukunya. Beberapa lama akhirnya dia selesai menuliskan pesan di bukuku.
“Rito ini.” dia pun menyerahkan bukuku tetapi aku belum menyerahkan bukunya. Aku pun membaca isi pesannya. “Dasar cerewet.” Ucapku sambil tersenyum membaca pesannya. Biasanya dia akan membalasku tapi kulihat ia hanya menunduk. Aku pun tersenyum sambil menyerahkan bukunya. “Ini sudah.” Aku pun beranjak pergi sebelum melihat reaksinya.
         
Aku pergi ke pohon sakura yang berada di belakang sekolah. Menunggu dia datang. Cukup lama aku menunggunya sampai aku tertidur. Tanapa sadar, ada seseorang yang mengguncang-guncangkan lenganku.
“Rito! Hey bangun!”
Kulihat siapa yang membangunkanku. Ternyata Mika. Aku jadi teringat peristiwa pertama kali perasaan itu datang padaku. Aku pun tersenyum padanya.
“Kenapa tersenyum? Maaf aku lama, Pak Guru memanggilku tadi.”
“Tidak apa-apa, kau bawa buku kelulusannya kan?”
Dia pun menyerahkan bukunya. “Ini, kenapa tidak sekalian saja tadi di kelas….”
Aku hanya tersenyum sambil menuliskan perasaan yang aku tepis selama ini.
“Nih, sudah.” Aku pun mengembalikan bukunya.
Dia terdiam dan kulihat mukanya memerah kemudian menatapku.
“Ini maksudnya…..”
“Iya, kau pasti tau maksudku……..Mika……” aku tidak tau tiba-tiba aku merasa kikuk sekali. Rasanya jantungku mau copot sekarang. Kami pun terdiam cukup lama. Aku takut kemungkinan terburuk terjadi.
“Aku………hanya ingin menyatakan perasaanku, tidak dijawab juga tidak apa-apa.” Rasanya aku sudah tidak bias berkata apa-apa lagi. Aku pun beranjak pergi dari situ karena Mika terdiam dari tadi. Tetapi saat aku berdiri dan berjalan meniggalkan tempat itu……
“Tunggu!” dia mengenggam tanganku. Dia pun berdiri di hadapanku sambil menunduk.
“Itu artinnya…..selama ini aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku senang.” Dia pun mengangkat wajahnya sambil tersenyum, manis sekali. Tanpa sadar tanganku mengelus kepalanya sambil tersenyum, dia pun tertawa. Yah begini saja cukup bagiku asal ada kamu di dekatku, Mika Hayasaka, momiji-ku.

AKB48 - Choudai, Darling!


.

Wah gomen udah lama ga nge-post habis saya suka bingung mau nge-post apa ._. hmm sekarang saya mau nge-post lirik ‘Choudai, Darling’ nih dari single ‘Manatsu no Sounds Good!’ tapi gomen sekali lagi ga pake cover single soalnya takut ‘heboh’ soalnya ini blog buat tugas TIK, takutnya gurunya melek liat covernya *plakk --“
Yah sebenernya dari liriknya udah ketauan –-“ tapi menurut saya sih lagu enak enak aja, oke ini diaaa……

AKB48 – Choudai, Darling!

Darekani miraretara
Zettai hazukashii
Kokoro ga tokimeite
Potto shite iru shunkan

Mama kara karita ruuju teire no kagami de hitte mita
Donna no ko ni umarete hajimete yokatta to omotta
Suki na hito no mae de wa
Ichiban kawaii
Ahhh…… watashi ni naru

Motto motto ai wo choudai
Darling!
Mada mada kisu ni wa hayai karedo
Kuchibiru togarasete miru
Motto motto ai wo choudai
Darling!
Anata no kuchibiru furete mitai
Mousou dake ga
Fukurande yuku
Itoshisa wa itsudemo yokubari ne

Koisuru otoshigoro
Haato no seichouki
Naze da ka tameiki to
Hitori koto ga ippai

Papa ni wa naisho ni shite mongen yabutte shimau kamo
Otoko no ko wa fushigi ne nakanaka dakishimete kurenai
Suki na mono wa suki to
Sekkyoku teki ni
Ahhh…… sunao ni naru

Motto motto yume wo choudai
Darling!
Ima sugu dokoka e tsurete itte
Otona no paradaisu made
Motto motto yume wo choudai
Darling!
Anata ni mahou wo kakete hoshii
Yuutairidatsu
Tomara naku naru
Romansu wa itsudemo wagamama da

Hito wa koi wo suru to
Naze ni konna ni
Egao ni naru no

Motto motto ai wo choudai
Darling!
Mada mada kisu ni wa hayai karedo
Kuchibiru togarasete miru
Motto motto ai wo choudai
Darling!
Anata no kuchibiru furete mitai
Mousou dake ga
Fukurande yuku
Kuchibiru to kuchibiru wa
Ahhh mada tooi

Give me your love, darling
Kiss me, kiss me, baby
When your lips touch my lips
I can realy imagine

Give me your love, darling
Kiss me, kiss me, baby
When your lips touch my lips
I'll be in your magic