Assalamu ‘alaikum wr.wb
Post ini kelanjutan dari post sebelumnya.
WARNING! Isi post ini hanya curhatan saya, mengandung opini,
sarcasm dan frontal. Bagi yang terindikasi bakal tersinggung silahkan
tinggalkan blog ini.
Yap yap, setelah yang saya jelaskan di post sebelumnya saya
mau cerita lagi kalau saat ini saya lagi suka historical romance. Ini gara-gara
saya baca Helenina di Wattpad. Sumpah itu cerita keren banget! Authornya suka
dipanggil Kak Lov atau Kak Lop. Beliau keren banget! Ceritanya keren-keren dan
buat saya membuka pemikiran. Beliau gasuka chiklit dan saya hamper nggak suka
juga gara-gara pemikirannya yang buat saya bergumam ‘oiyaya….’ Tapi saya masih
suka baca chiklit kok, walaupun jarang.
Saya juga jadi suka romance dengan konfik berat kayak cerita
Nona Teh dan Tuan Kopi di Wattpad. Ceritanya…..real. kerasa banget realnya. Dan
beda dari yang lain. Pokoknya TOP BANGET. Menguras emosi juga membuka pemikiran
saya. Yap, bukannya dari membaca wawasan kita bertambah dan bukan cuma itu,
pemikiran kita juga jadi berkembang. Tidak berpikiran sempit. Walaupun
konfliknya berat, saya selalu menanti-nanti cerita itu yang sekarang dilanjutin
di sequel berjudul Taklik. Pokoknya Keren banget! Sayangnya, cerita Nna Teh dan
Tuan Kopi ini udah dihapus. Kalau mau baca, kita doakan saja supaya segera
diterbitkan. Aamiin XD
Oiya, gara-gara baca Helenina saya jadi penasaran sama buku
sastrawan jaman dulu (kebetulan saya belajar sedikit tentang periodisasi
sastra). Kayak karya Hamka, Sapardi Djoko, Pramoedya, juga Mira W. dan
sastrawan sekarang kayak Aan Mansyur atau Eka Kurniawan. Saya juga jadi tertarik sama buku yang berbau
kolonialisme kayak Max Haveelar, yang sampai sekarang belum selesai saya baca.
Karena UN udah deket, jadi bacaan saya dibatasi. Jadi belum sempat baca buku
sastra dan sepertinya belum umurnya hehehe.
Ah iya, akhir-akhir ini saya tambah muak dengan cerita di
wattpad (karena uang di dompet dipakai buat keperluan lain jadi saya lagi
hiatus beli buku novel hiks dan berakhir dengan baca di watty). Kenapa muak?
Karena sekarang ceritanya gitu-gitu aja. Kalau nggak tentang CEO, tentang
badboy sama nerd dan kebalikannya atau nggak cerita yang isinya ena-ena
/dihajar. Sungguh, di watty pun saya kekurangan bacaan akibat ceritanya
gitu-gitu aja -_-
Apalagi yang CEO, saya pingin ketawa kalau bahas ini. Ada
cerita yang masih umur 20an udah jadi CEO. Hmm okelah, mungkin itu perusahaan
keluarga yang turun ke dia tapi gimana kuliahnya? Ohh dijelasin kalau dia itu
super jenius. Ohh oke. Cuma saya agak geli aja sama narasi yang nyeritain kalau
si CEO ini udah kaya, jenius, badannya kotak-kotak, dan tampan banget dengan
kantornya yang bertingkat 50. I’m just………………..Oke.
Terus ceritanya si CEO ini disuruh nikah terus akhirnya dia
nikah sama cewe dan nikahnya nikah kontrak. Ternyata si cowo CEO ini romantis
banget dengan sifat arogan dan posesifnya yang bikin cewe melting dan berakhir
happily ever after. Ha ha ha, sungguh girls. Ini basi, saya sampe hafal saking
banyaknya cerita kaya gini -_-
Ada yang bilang ‘kan enak kalau CEO, uangnya banyak jadi
nggak usah repot-repot lagi cari uang. Bego banget kalau nggak mau’ ha ha ha.
Ya, keep dreaming girls. Hiduplah di
duniamu sendiri sampe kamu nemu CEO sempurna mu. Ya kalau ada juga siapa yang
nggak mau? Tapi hidup kan nggak segampang itu sayang.
Tapi kembali lagi dengan selera membaca masing-masing orang
ya. Ini hanya opini saya, pemikiran saya. Kalau ada yang nggak setuju dengan
pendapat saya, it’s fine. Maafkan saya jika post ini menyinggung banyak pihak.
Sekali lagi, saya nggak bilang karyanya itu jelek karena nggak ada karya yang
buruk. Kalau saya muak ya berarti itu salah saya, kenapa coba bisa muak padahal
orang lain fine-fine aja *ditabok*.
Oke, terimakasih untuk yang sudah sudi membaca curhatan saya
mengenai selera membaca saya yang neko-neko ini hehehe. Terus membaca supaya
wawasanmu bertambah dan pemikiranmu bertambah luas. Pandai-pandailah dalam
membaca, karena tidak semua yang kamu baca itu baik :)
Sampai jumpa lagi! Jaa ne!
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.