Curhat: Selera Membaca Part 2


.



Assalamu ‘alaikum wr.wb

Post ini kelanjutan dari post sebelumnya.
WARNING! Isi post ini hanya curhatan saya, mengandung opini, sarcasm dan frontal. Bagi yang terindikasi bakal tersinggung silahkan tinggalkan blog ini.

Yap yap, setelah yang saya jelaskan di post sebelumnya saya mau cerita lagi kalau saat ini saya lagi suka historical romance. Ini gara-gara saya baca Helenina di Wattpad. Sumpah itu cerita keren banget! Authornya suka dipanggil Kak Lov atau Kak Lop. Beliau keren banget! Ceritanya keren-keren dan buat saya membuka pemikiran. Beliau gasuka chiklit dan saya hamper nggak suka juga gara-gara pemikirannya yang buat saya bergumam ‘oiyaya….’ Tapi saya masih suka baca chiklit kok, walaupun jarang.

Saya juga jadi suka romance dengan konfik berat kayak cerita Nona Teh dan Tuan Kopi di Wattpad. Ceritanya…..real. kerasa banget realnya. Dan beda dari yang lain. Pokoknya TOP BANGET. Menguras emosi juga membuka pemikiran saya. Yap, bukannya dari membaca wawasan kita bertambah dan bukan cuma itu, pemikiran kita juga jadi berkembang. Tidak berpikiran sempit. Walaupun konfliknya berat, saya selalu menanti-nanti cerita itu yang sekarang dilanjutin di sequel berjudul Taklik. Pokoknya Keren banget! Sayangnya, cerita Nna Teh dan Tuan Kopi ini udah dihapus. Kalau mau baca, kita doakan saja supaya segera diterbitkan. Aamiin XD

Oiya, gara-gara baca Helenina saya jadi penasaran sama buku sastrawan jaman dulu (kebetulan saya belajar sedikit tentang periodisasi sastra). Kayak karya Hamka, Sapardi Djoko, Pramoedya, juga Mira W. dan sastrawan sekarang kayak Aan Mansyur atau Eka Kurniawan.  Saya juga jadi tertarik sama buku yang berbau kolonialisme kayak Max Haveelar, yang sampai sekarang belum selesai saya baca. Karena UN udah deket, jadi bacaan saya dibatasi. Jadi belum sempat baca buku sastra dan sepertinya belum umurnya hehehe.
Ah iya, akhir-akhir ini saya tambah muak dengan cerita di wattpad (karena uang di dompet dipakai buat keperluan lain jadi saya lagi hiatus beli buku novel hiks dan berakhir dengan baca di watty). Kenapa muak? Karena sekarang ceritanya gitu-gitu aja. Kalau nggak tentang CEO, tentang badboy sama nerd dan kebalikannya atau nggak cerita yang isinya ena-ena /dihajar. Sungguh, di watty pun saya kekurangan bacaan akibat ceritanya gitu-gitu aja -_-

Apalagi yang CEO, saya pingin ketawa kalau bahas ini. Ada cerita yang masih umur 20an udah jadi CEO. Hmm okelah, mungkin itu perusahaan keluarga yang turun ke dia tapi gimana kuliahnya? Ohh dijelasin kalau dia itu super jenius. Ohh oke. Cuma saya agak geli aja sama narasi yang nyeritain kalau si CEO ini udah kaya, jenius, badannya kotak-kotak, dan tampan banget dengan kantornya yang bertingkat 50. I’m just………………..Oke.

Terus ceritanya si CEO ini disuruh nikah terus akhirnya dia nikah sama cewe dan nikahnya nikah kontrak. Ternyata si cowo CEO ini romantis banget dengan sifat arogan dan posesifnya yang bikin cewe melting dan berakhir happily ever after. Ha ha ha, sungguh girls. Ini basi, saya sampe hafal saking banyaknya cerita kaya gini -_-

Ada yang bilang ‘kan enak kalau CEO, uangnya banyak jadi nggak usah repot-repot lagi cari uang. Bego banget kalau nggak mau’ ha ha ha. Ya,  keep dreaming girls. Hiduplah di duniamu sendiri sampe kamu nemu CEO sempurna mu. Ya kalau ada juga siapa yang nggak mau? Tapi hidup kan nggak segampang itu sayang.
Tapi kembali lagi dengan selera membaca masing-masing orang ya. Ini hanya opini saya, pemikiran saya. Kalau ada yang nggak setuju dengan pendapat saya, it’s fine. Maafkan saya jika post ini menyinggung banyak pihak. Sekali lagi, saya nggak bilang karyanya itu jelek karena nggak ada karya yang buruk. Kalau saya muak ya berarti itu salah saya, kenapa coba bisa muak padahal orang lain fine-fine aja *ditabok*.

Oke, terimakasih untuk yang sudah sudi membaca curhatan saya mengenai selera membaca saya yang neko-neko ini hehehe. Terus membaca supaya wawasanmu bertambah dan pemikiranmu bertambah luas. Pandai-pandailah dalam membaca, karena tidak semua yang kamu baca itu baik :)
Sampai jumpa lagi! Jaa ne!

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Your Reply