Archive for Oktober 2012

Momiji-ku


.

Hey lagi~ sebelum saya bakal jarang nge-post saya mau nge-post cerpen pertama saya yang gajelas ini --“ sebenernya pingin dipanjangin tapi gacukup untuk 4 lembar kertas jadi dipersingkat jadi segini ._. yang jago di bidang sastra boleh kritikannya~ oke ini cerpen saya……

Momiji-ku


Musim Dingin akan segera berganti dengan Musim Semi. Rasanya cepat sekali musim semi datang yang artinya aku akan segera lulus dari SMP.  Sambil melihat ke arah luar jendela kelas aku merenung, hidupku biasa-biasa saja. Bermain dengan teman, dimarahi guru, bolos dari kelas tidak ada yang menarik. Tetapi itu berubah ketika aku pindah ke sini. Ada seseorang yang menarik perhatianku. Aku pun melihat sosok itu di depan mejaku, sedang duduk sambil menuliskan tugas yang guru berikan. Hmmm dia. Aku juga bingung kenapa aku jadi sering memperhatikan dia?  Mika Hayasaka. Dia Ketua Kelas yang sangat cerewet dan suka mengatur, benar-benar menyebalkan.

Tapi mengingat kejadian bersamanya membuatku tersenyum. Aku jadi ingat saat pertama aku pindah ke sekolah ini. Aku bosan dengan sesuatu yang berbau formal sehingga aku mencat rambutku menjadi warna coklat kepirangan. Akibatnya, sebagai siswa baru aku langsung masuk ruang guru.
“Bukankah kamu baru pindah kesini mmmm Rito Souma?” ucap seorang guru.
“Hmmm ya” balasku dengan malas.
“Kamu ini! Kamu tau peraturan di sekolah ini siswa dan siswi dilarang mencat rambut. Kamu rambut dicat tambah ditindik lagi, banyak peraturan yang kamu langgar dan itu akan......bla.....bla...bla......bla”

Guru itu masih mengomel, aku bosan mendengarnya. Aku hanya memalingkan muka ke arah jendela. Tiba-tiba orang itu masuk dan membuat guru ini berhenti berbicara dan membuat pandanganku terarah kepadanya.
“Permisi. Saya mau menyerahkan tugas yang Bapak berikan minggu lalu.”
“Ya letakan saja disini, oh! Hayasaka-san, bukankah dia teman sekelasmu? Beritau dia supaya menghilangkan tindikannya dan mencat kembali rambutnya menjadi warna hitam. Akan lebih enak jika ditegur teman sendiri.”
Huh! Sial sekali aku hari ini, diomeli guru ditambah diomeli lagi oleh dia. Aku pun memalingkan muka. Tetapi di malah.....
“Hmmm malah baguskan, dengan rambut dan tindikannya dia jadi lebih mudah untuk dicari.”
Aku sendiri tercengang dengan jawabannya. Jangankan aku, guru yang mengomeliku pun terbengong-bengong mendengarnya.
“Ekhm Hayasaka-san, itu bukannya kamu mendukung dia?”
“Eh? Lho?” dengan raut muka bingung dia menjawab begitu. Dari kejadian itu aku berpikir, dia cukup menarik, berbeda dengan orang lain yang akan merespon negatif saat melihat penampilanku. Dia berbeda.

Bukan hanya itu, saat aku sudah beradaptasi dengan kelasku seperti biasa kelakuan anak laki-laki, aku sering membolos di jam pelajaran dan bolos piket kelas. Toh nilaiku tidak memburuk. Yah aku tergolong jenius tapi rasanya malas sekali aku berada di ruang kelas. Aku lebih suka disini, di atap sekolah. Di sini aku bisa memandang langit biru, angin yang sedikit kencang tapi menyejukan, rasanya nyaman untuk tidur disini. Saat aku mencoba tuk terlelap......
“Hey Rito! Kamu mencoba membolos lagi ya! Ayo cepat kembali ke kelas!” sambil menarik-narik rompiku dia berkata seperti itu.
“Hey lepaskan! Aku tidak mau!”
“Ayo cepat nanti aku dimarahi Pak Guru karena terlalu lama membujukmu!”
“Kalau begitu kembali lagi saja ke kelas, aku akan tetap disini!”
“Kamu ini ngotot sekali! Pokoknya ayo turun!” ujarnya sambil menarik-narik lengan bajuku.
“Hentikan! Nanti seragamku robek! Hey!” tetapi dia tidak peduli apa yang kukatakan. Dia tetap menarik lengan bajuku sehingga aku pun terpaksa diseretnya ke kelas. Sepanjang jalan menuju ke kelas aku tak henti-hentinya menyuruhnya untuk melepaskan genggamannya.
“Hey Hayasaka! Lepaskan!” tetapi dia tetap tidak peduli. Aku pun mencoba sekali lagi dengan setengah berteriak.
“Mika lepaskan!” dan berhasil! Beberapa koridor mendekati pintu kelas dia berhenti dan melepaskan genggamannya di lengan bajuku. Di berbalik ke arahku dengan wajah memerah.
“Kenapa kau memanggilku dengan nama kecilku?!” terlihat dia sedikit marah disana.
“Memangnya kenapa? Kau juga memanggilku dengan nama kecilku.” Ucapku dengan cuek.
“Kau ini ya! Eh, lho...........” Dari raut muka malu sekarang raut mukanya seperti menahan tawa. Benar-benar perempuan aneh.
“Ada apa? Kau senang dipanggil Mika oleh ku?” ujarku dengan setengah heran dan setengah menjahilinya.
Ha-ha, enak saja, itu hmmmpp dirambutmu…..” dia tidak jadi tertawa tapi tersenyum sambil mengarahkan tangannya ke rambutku. Saat aku melihat senyuman itu rasanya ada sesuatu yang terjadi padaku. Aku merasa senyumannya manis sekali. Tiba-tiba aku menjadi kikuk di depannya.
“Itu di rambutmu.” Katanya sambil menjulurkan tangannya ke rambutku tetap dengan senyumannya. Mataku tak lepas dari senyumannya. Sungguh manis sekali. Aku dapat merasakan jantungku berdegup lebih cepat, tetapi aku cepat-cepat menepis perasaan itu. “Ada momiji di rambutmu, wah warnanya juga sama dengan rambutmu. Lihat!” dia menujukan daun kering berwanarna coklat muda yang warnanya memang sama dengan rambutku sambil tersenyum. Tanpa sadar aku pun tersenyum lebar sambil mengambil momiji yang dia tunjukan.
“Ini akan menjadi suatu yang berharga. Akan kusimpan ini.” ucapku tetap sambil tersenyum. Ku lihat dia sedikit kaget dengan reaksi ku.
“Baru pertama kali aku melihatmu tersenyum. Seharusnya kau lebih banyak tersenyum, Rito.” ucapnya tersenyum sambil menundukan kepala. Aku kaget dia berkata begitu. Jantungku jadi tambah berdegup kencang. Akhirnya kami pun terdiam cukup lama.
“Sudah! Ayo cepat kembali ke kelas!” ucapnya kembali. Aku pun berjalan di belakangnya.
Di lorong kelas, apakah aku mulai menyukainya?

Sejak peristiwa itu, aku sering mengamatinya. Menurutku dia tidak terlalu cantik, biasa-biasa saja. Tetapi entah kenapa saat dia dekat dengan laki-laki lain jantungku seolah berhenti berdetak. Rasanya sakit sekali. Ternyata aku memang menyukainya. Tidak perlu alasan mengapa aku menyukainya.

Tanggal di kalender terasa sangat cepat. Tidak terasa musim semi telah datang. Kelulusanpun sudah di depan mata. Kamu yang menjadi Ketua Kelas terlihat sangat sibuk. Sehingga aku jarang melihatmu duduk sambil membaca buku di depanku. Rasa sakit itu tiba-tiba muncul kembali…….

Akhirnya, upacara kelulusan tiba. Lagu kelulusan dan ucapan selamat terngiang seiring dengan kelopak bunga sakura yang bertebaran. Anak-anak kelasku sedang berkumpul untuk menuliskan pesan di buku kelulusan. Rasanya sedikit pegal menuliskan pesan berulang kali, tapi aku menikmatinya. Aku pun tersadar, Mika belum kuberi pesan dan aku bertekad akan menyatakan sesuatu padanya.
“Mau kutuliskan pesan?” ucapku kepadanya. Kulihat dia sedikit kaget dan terdiam.
“Hey mau tidak? Nanti menyesal lho tidak dapat pesan dariku.” setengah menggoda aku berkata seperti itu.
“Tunggu 100 tahun dulu baru aku menyesal, ini cepat.” dengan muka sedikit kesal akhirnya kami bertukar buku kelulusan. Akupun memberanikan diri menuliskan pernyataan itu di bukunya. Beberapa lama akhirnya dia selesai menuliskan pesan di bukuku.
“Rito ini.” dia pun menyerahkan bukuku tetapi aku belum menyerahkan bukunya. Aku pun membaca isi pesannya. “Dasar cerewet.” Ucapku sambil tersenyum membaca pesannya. Biasanya dia akan membalasku tapi kulihat ia hanya menunduk. Aku pun tersenyum sambil menyerahkan bukunya. “Ini sudah.” Aku pun beranjak pergi sebelum melihat reaksinya.
         
Aku pergi ke pohon sakura yang berada di belakang sekolah. Menunggu dia datang. Cukup lama aku menunggunya sampai aku tertidur. Tanapa sadar, ada seseorang yang mengguncang-guncangkan lenganku.
“Rito! Hey bangun!”
Kulihat siapa yang membangunkanku. Ternyata Mika. Aku jadi teringat peristiwa pertama kali perasaan itu datang padaku. Aku pun tersenyum padanya.
“Kenapa tersenyum? Maaf aku lama, Pak Guru memanggilku tadi.”
“Tidak apa-apa, kau bawa buku kelulusannya kan?”
Dia pun menyerahkan bukunya. “Ini, kenapa tidak sekalian saja tadi di kelas….”
Aku hanya tersenyum sambil menuliskan perasaan yang aku tepis selama ini.
“Nih, sudah.” Aku pun mengembalikan bukunya.
Dia terdiam dan kulihat mukanya memerah kemudian menatapku.
“Ini maksudnya…..”
“Iya, kau pasti tau maksudku……..Mika……” aku tidak tau tiba-tiba aku merasa kikuk sekali. Rasanya jantungku mau copot sekarang. Kami pun terdiam cukup lama. Aku takut kemungkinan terburuk terjadi.
“Aku………hanya ingin menyatakan perasaanku, tidak dijawab juga tidak apa-apa.” Rasanya aku sudah tidak bias berkata apa-apa lagi. Aku pun beranjak pergi dari situ karena Mika terdiam dari tadi. Tetapi saat aku berdiri dan berjalan meniggalkan tempat itu……
“Tunggu!” dia mengenggam tanganku. Dia pun berdiri di hadapanku sambil menunduk.
“Itu artinnya…..selama ini aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku senang.” Dia pun mengangkat wajahnya sambil tersenyum, manis sekali. Tanpa sadar tanganku mengelus kepalanya sambil tersenyum, dia pun tertawa. Yah begini saja cukup bagiku asal ada kamu di dekatku, Mika Hayasaka, momiji-ku.

AKB48 - Choudai, Darling!


.

Wah gomen udah lama ga nge-post habis saya suka bingung mau nge-post apa ._. hmm sekarang saya mau nge-post lirik ‘Choudai, Darling’ nih dari single ‘Manatsu no Sounds Good!’ tapi gomen sekali lagi ga pake cover single soalnya takut ‘heboh’ soalnya ini blog buat tugas TIK, takutnya gurunya melek liat covernya *plakk --“
Yah sebenernya dari liriknya udah ketauan –-“ tapi menurut saya sih lagu enak enak aja, oke ini diaaa……

AKB48 – Choudai, Darling!

Darekani miraretara
Zettai hazukashii
Kokoro ga tokimeite
Potto shite iru shunkan

Mama kara karita ruuju teire no kagami de hitte mita
Donna no ko ni umarete hajimete yokatta to omotta
Suki na hito no mae de wa
Ichiban kawaii
Ahhh…… watashi ni naru

Motto motto ai wo choudai
Darling!
Mada mada kisu ni wa hayai karedo
Kuchibiru togarasete miru
Motto motto ai wo choudai
Darling!
Anata no kuchibiru furete mitai
Mousou dake ga
Fukurande yuku
Itoshisa wa itsudemo yokubari ne

Koisuru otoshigoro
Haato no seichouki
Naze da ka tameiki to
Hitori koto ga ippai

Papa ni wa naisho ni shite mongen yabutte shimau kamo
Otoko no ko wa fushigi ne nakanaka dakishimete kurenai
Suki na mono wa suki to
Sekkyoku teki ni
Ahhh…… sunao ni naru

Motto motto yume wo choudai
Darling!
Ima sugu dokoka e tsurete itte
Otona no paradaisu made
Motto motto yume wo choudai
Darling!
Anata ni mahou wo kakete hoshii
Yuutairidatsu
Tomara naku naru
Romansu wa itsudemo wagamama da

Hito wa koi wo suru to
Naze ni konna ni
Egao ni naru no

Motto motto ai wo choudai
Darling!
Mada mada kisu ni wa hayai karedo
Kuchibiru togarasete miru
Motto motto ai wo choudai
Darling!
Anata no kuchibiru furete mitai
Mousou dake ga
Fukurande yuku
Kuchibiru to kuchibiru wa
Ahhh mada tooi

Give me your love, darling
Kiss me, kiss me, baby
When your lips touch my lips
I can realy imagine

Give me your love, darling
Kiss me, kiss me, baby
When your lips touch my lips
I'll be in your magic